ANAXIMANDER (610-547 SM)
1. Riwayat Hidup
Anaximander adalah pembaru Thales, bahkan dia merupakan muridnya Thales, karena dia termasuk pengikutnya di dalam perkembangan madzhab Millesus.
Keistimewaan Anaximander, dia mempunyai pengetahuan yang luas tentang ilmu astronomi dan geografi. Dia juga mempelajari tentang kauniyah (penciptaan) yang sebelumnya telah dibahas oleh Thales.
Anaximander telah membuat kalender Syamsiyah (kalender menurut perputaran matahari) Juga membuat peta dunia yang digunakan penduduk milletus untuk mengarungi laut Hitam dan laut Tengah.
Dan sejarah menyebutkan bahwa dia yang pertama kali menulis kitab filsafat dengan uslub Natsar (tulisan yang berbentuk prosa, bukan berbentuk sajak) di Milletus.
dia juga telah mencetak pendapat-pendapat ilmiyah yang tidak digunakan sebelumnya.
2. Filsafat ANAXIMANDER
Dasar filsafat Anaximander saling bertolak belakang dengan filsafat gurunya, Thales.
Kalau Thales bependapat bahwa Asli wujud (Asalnya segala sesuatu) itu adalah air. Sedangkan Anaximander membantah dan berpendapat bahwa air bukan asli wujud.
Dan itu dikuatkan ketika dia berkata: Kalau air itu asalnya segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu sebelum air. Tapi kalau kita berfikir sebetulnya ada sesuatu yang lebih dulu dari pada air.
Air... Air itu dapat berubah berubah kedalam bentuk yang bermacam-macam. kadang dia membeku, kadang dia mencair, dan kadang-kadang dia menguap.
dari perubahan itu kita dapat melihat bahwa ada sesuatu yang lebih dulu 'ada' nya sebelum air.
Sesuatu yang beku akan berubah menjadi air bila dipanaskan, maka dari sana kita dapat melihat bahwa beku dan panas lebih dahulu dari pada air
bahan fundamental jagad raya yang menjadi asalnya segala sesuatu harus mengandung segala substasi yang dan segala sifat. Sedangkan air terbatas di dalam kuantitas dan sifatnya. Maka tidak masuk akal kalau air dijadikan sebagai asalnya segala sesuatu.
Anaksimander telah menjelaskan pendapatnya tentang asli wujud. Dia berkata Bahan fundamental jagad raya ini adalah sesuatu yang tidak mempunyai batas, tidak bertepi, tidak mempunyai titik akhit dan dia bukan unsur yang berada di alam semesta tetapi dia adalah materi yang berbeda dari unsur kebendaan (unsur yang berada di alam semesta)
Menurut Anaksimander bahan fundamental tadi mempunyai sifat abadi dan azali (tidak ada awalnya). dan menamainya dengan Apeiron. Dan dia berpendapat materi ini tidak ada akhirnya dan tidak terbatas. Dia mengandung semua substasi yang berlawanan seperti dingin dan panas, kering dan lembab dll.
Proses munculnya kehidupan dari Apeiron.
Anaximander berkata materi yang tak terbatas ini (Apeiron) sesuatu yang tercampur didalamnya semua substansi dan netral. Kemudian berpisahlah substansi yang berlawanan itu. Dan yang pertama kali berp[isah adalah Panas dan dingin. Panas naik ke atas karena ringan sedangkan dingin ke bawah karena berat lalu terbentuklah laut dan bumi yang terliuhat mengapung di tengah angkasa dan berada di tempatnya.
Pemikiran Anaximander tentang kejadian bumi dan langit
Dia berpendapat bumi ini berbentuk piringan (selinder) atau bedug yang pipih dan datar.
Menurutnya ukuran bumi ini sama dengan ukuran matahari. tapi dilain waktu dia mengatakan pendapat yang berbeda bahwa matahari 27 kali lebih besar dari pada bumi.
Bumi mengapung di angkasa dan menjadi pusat perputaran matahari, bulan dan bintang
Pendapat anaximander tentang terjadinya kehidupan.
Dia mempunyai keyakinan, seluruh makhluk hidup di dalam perkembangannya mengikuti hukum evolusi. Makhluk hidup itu terus berubah menyesuaikan diri dengan dengan dengan lingkungan dimana dia hidup.
Makhluk pertama kali yang muncul dibumi adalah ikan, dan manusia adalah bentuk terakhir dari proses evolusi tersebut.
Proses terjadinya makhluk hidup dimulai dari kebasahan/ air. kemudian air menguap dan bercampur dengan udara dan tanah sehingga terbentuklah makhluk hidup yang pertama yaitu ikan yang mempunyai sisik. Dengan berjalannya waktu dan karena perkembangannya hilanglah sisik dari badan ikan dan dari sana muncul makhluk hidup baru dan terus berevolui sampai munculnya bentuk manusia.
Menurutnya Anaximander adanya sesuatu dan proes evolusinya hanya terjadi di alam ini (alam dimana kita hidupi sekarang)
Selain Alam ini masih ada alam yang lain. Alam-alam yang lain tersebut azali (tidak ada awalnya) dan silih bergantian.
Ketika satu alam musnah maka muncul alam yang lain menggantikannya dan terus berlanjut bergantian.
Setiap yang muncul (yang ada) pasti akan musnah. seperti halnya setiap yang lahir pasti akan mati. Pertentangan antara panas dan dingin menciptakan sebuah pergantian.
Suatu hari nanti bumi ini akan kering seluruhnya dan menyusut. Kemudian alam ini akan kembali ke materi awal (Apeiron) dan setelah itu Alam dimulai lagi dari awal.
Seperti yang dikatak Anaximander dalam Syairnya: "Hukum penciptaan menciptakan keseimbangan dan pertentangan antara panas dan dingin
dan semua itu akan berakhir kepada hukum keteraturan antara segala seuatu"
Seperti yang kita tahu bahwa panas mengakibatkan air menguap, dan dari penguapan ini akan membentuk awan kemudian dari awan turunlah hujan dan air kembali lagi ke asal mula.
Friday, February 16, 2007
Sunday, February 4, 2007
bagian 2
Madrasah thobiiyin awal
Filosof dari madrasah ini diantaranya adalah
1. Thales (640 – 546 SM)
Dan murid-muridnya
2. Anaximanders (610-547 SM)
3. Anaximenes (588-524 SM)
4. Heraclitus (540-480 SM)
I. Thales
(640-546 SM)
A. Hikayat kehidupannya
Sebenarnya kita tidak tahu secara mendetail tentang kehidupan filosof yang dipilih aresto sebagai filosof pertama ini.
Tapi beberapa riwayat telah menyebutkan tentang kelahirannya dan aslinya. Dan riwayat yang paling kuat bersepakat bahwa thales lahir di kota miletus yang berada di pesisir ionia kira-kira pada tahun 640 SM. Thales ini aslinya dari Piniki seperti yang dikatakan Herodit bahwa orang tuanya adalah orang piniki
Para ahli mengatakan Thales ini salah satu dari 7 Hakim yaitu : Solon, Bias, Pittakos, Chilon, Periandos, Kleobulos.
Menurut salah satu riwayat yang kuat. Thales pernah berkunjung ke Mesir dan membawa ilmu bangunan (arsitek) dari Mesir ke Yunani
Thales sangat bersungguh sungguh didalam menghasilkan ilmu dan berta’amul dengan akal. Oleh sebab itu dia berhasil mempelajari ilmu bangunan (arsitek). Selain itu Thales juga mempelajari Ilmu Falak (astronomi) dan dia membawanya ke Yunani.
Thales pernah menggemparkan Yunani ketika dia berhasil memprediksi Gerhana matahari yang ia perkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM.
Dan prediksi ini tentu saja didasarkan pada pengetahuan yang didapatnya dari Mesir dan ilmu hitung dan astronomi babilonia.
Mengenai karyanya, para ahli berbeda pendapat, sebagian mengatakan bahwa dia telah menulis kitab tentang cabang ilmu falak (astronomi) dan sebagian yang lain mengatakan bahwa thales tidak menulis kitab apapun.
B. Pendapat thales tentang Alam
Menurut Thales Air itu adalah bahan dasar yang pokok dan materi asli dimana dari air itu terciptalah kehidupan dan segala sesuatu (air adalah asalnya segala sesuatu)
Dan perlu dicatat bahwa thales bukanlah orang pertama yang mengatakan pendapat seperti ini. Tetapi sebelumnya legenda babilonia pernah menyebutkan pendapat seperti ini. Dan didalam legenda mesir juga disebutkan bahwa air adalah materi yang membentuk segala sesuatu.
Tetapi Thales berbeda dengan yang lainnya, dia berpendapat seperti itu dengan menyebutkan dalilnya, dengan mengatakan : “Air adalah asli kehidupan, Tumbuhan dan Hewan memperoleh gizi (dapat hidup) karena basah (rutubah), sedangkan asas basah adalah air. Maka airlah pembentuk hewan dan tumbuhan jga segala sesuatu.
Kemudian dia mengatkan bahwa tumbuhan dan hewan dilahirkan dari kebasahan. Bahkan tanah pun tercipta dari air yang kemudian memadat sedikit demi sedikit.
Seperti yang kita saksikan di delta Mesir dan di sungai sungai ionia dimana air menumpuk dan mengendap lumpur-lumpurnya setiap tahunnya.
Kita dapat menyimpulkan pemikiran-pemikiran Thales diatas sebagai berikut:
1. air adalah asas segala sesuatu baik itu Alam uluwiyan (alam yang ada diatas) seperti langit, bintang, ataupun alam sufliyan (alam yang ada di bawah) seperti bumi, laut, sungai tumbuhan dan hewan.
2. Air menurut Thales memiliki dua sifat : Azaliyah (terdahulu) dan Abadiah ( kekal). Karena Thales mempercayai salah satu Qoidah filsafat Ionia : “bahwa sesuatu itu tidak tercipta dari tidak ada. Dan sesuatu yang ada tidak akan menjadi tidak ada.”
3. Thales adalah seorang penganut madzhab ahadiah (satu) karena dia berpendapat bahwa asal segala sesuatu itu kembali kepada satu materi yaitu air.
Proses terciptanya segala sesuatu dari air
Menurut Thales, air ada sebelum segala sesuatu ada, dan alam ini dipenuhi oleh air. Kemudian air ini memadat setiap sisinya sedikit-demi sedikit. Dan dari jisim yang sudah memadat ini munculah batas-batas (sisi2). (dengan kata lain: terciptalah bentuk-bentuk sesuai dengan sisi-sisinya yang memadat)
<<<<>>>>>
Awan bertabrakan antara satu dengan yang lainnya maka timbullah cahaya yang sangat kuat, cahaya tersebut yang kita namai dengan kilat dan suara yang terdengar kita namakan dengan guntur. Kemudian keluarlah kobaran api dari awan itu yang memancar dengan begitu kuatnya sehingga membentuk pijaran. Dan pijaran inilah yang kita anggap sebagai bintang-bintang. Yang sebenarnya bintang-bintang itu bukan benda-benda angkasa tapi itu adalah api yang memancar.
Pendapat Thales tentang Tuhan dan Jiwa
Thales tidak berhasil sampai kepada ma’rifat tuhan dengan pemahaman yang benar. Itu karena ia berpendapat bahwa alam ini dipenuhi dengan tuhan dan jiwa (nafs) dengan artian bahwa di dalam segala sesuatu itu ada ruh yang menyebabkan dia dapat bergerak dan ruh tersebut adalah kekuatan penggerak. (bukan tuhan yang menggerakan).
Dan dia juga berpendapat bahwa jiwa adalah asasnya perbuatan (gerak). Dan materi menurutnya adalah sesuatu yang hidup karena terbentuk dari air yang mempunyai kekuatan penghidup.
___________________________________________________________________
Sedikit komentar untuk filsafat thales
Ini bukan komentar dari pengarang buku, ini hanya komentar dari saya yang belum tahu apa-apa tentang filsafat
Saya sependapat dengan orang yang mengatakan bahwa Thales pernah datang ke mesir dan mempelajari banyak pengetahuan disana,
Misalnya ilmu arsitek : Pada zaman firaun sekitar 2000 SM. Mesir sudah maju dalam membuat bangunan seperti patung2 dan pyramid. Kemudian dipindahkan oleh Thales ke yunani.
Kemudian pemikiran thales yang menyatakan bahwa “air adalah materi asal yang membentuk segala sesuatu”
Jauh sebelum Thales mengatakan itu, peradaban mesir kuno telah meyakini bahwa air lah sumbernya segala sesuatu. Kita tahu Thales hidup pada abad ke-6 SM, tapi peradaban Mesir kuno sudah ada sebelum zaman fir’aun.
Saya mencoba mengutip legenda Mesir kuno dari muqoddimah buku “Al-Falsafal Al-Ammah”. Disana disebutkan tentang kepercayaan Orang Mesir kuno khususnya kota Heliopolis yang mempercayai 9 tuhan, diantaranya :
1. Ro’ (Ra) : Tuhan Matahari
2. Su : Tuhan Udara
3. Tifnit : Tuhan tempat kosong
4. Habib : Tuhan Bumi
5. Tut : Tuhan Langit
6. Auziris (Osiris) : Tuhan Nil
7. Izis (Isis) : Tuhan Kesuburan
8. Sit : Tuhan Gurun
9. Niftis : Tuhan Kegersangan
DR. Ghallab telah menjelaskan tentang sejarah terciptanya 9 tuhan ini :
Air adalah unsur pertama sebelum adanya tuhan dan manusia. Dia adalah unsur pertama yang mencakup seluruh mahluk. Dan unsur yang pertama kali muncul dari air adalah Tuhan Ro’ (Tuhan Matarari). Dan tidak lama setelah itu Ro’ membentuk dirinya menjadi sebuah matahari. Dan dari matahari ini muncul dua tuhan yang baru yaitu Su (Udara) dan Tifnit (Ruang hampa) . Dan dari perkumpulan dua Tuhan ini lahir dua tuhan lagi yaitu : Habib (Bumi) dan Tut (Langit). Dan dari perkumpulan dua tuhan ini lahir empat tuhan lagi yaitu Auziris/ Osiris (Tuhan Sungai Nil), Izis/ Isis (Tuhan kesuburan). Dan pasangan yang kedua Sit (Gurun) dan Niftis (Gersang).
Kesembilan tuhan ini kembali kepada satu yang dinamai oleh orang mesir dengan nama Sembilan Tuhan Suci.
Ro’ adalah tuhan yang hakiki. Semua tuhan yang sembilan keluar dari mulut Ro’ dan begitu juga manusia.
Cerita diatas jelas sekali menerangkan kepada kita bahwa segala sesuatu itu tecipta dari air. Dan kepercayaan inilah yang kemudian dijadikan oleh Thales sebagai sebuah pemikiran Filsafat.
Filosof dari madrasah ini diantaranya adalah
1. Thales (640 – 546 SM)
Dan murid-muridnya
2. Anaximanders (610-547 SM)
3. Anaximenes (588-524 SM)
4. Heraclitus (540-480 SM)
I. Thales
(640-546 SM)
A. Hikayat kehidupannya
Sebenarnya kita tidak tahu secara mendetail tentang kehidupan filosof yang dipilih aresto sebagai filosof pertama ini.
Tapi beberapa riwayat telah menyebutkan tentang kelahirannya dan aslinya. Dan riwayat yang paling kuat bersepakat bahwa thales lahir di kota miletus yang berada di pesisir ionia kira-kira pada tahun 640 SM. Thales ini aslinya dari Piniki seperti yang dikatakan Herodit bahwa orang tuanya adalah orang piniki
Para ahli mengatakan Thales ini salah satu dari 7 Hakim yaitu : Solon, Bias, Pittakos, Chilon, Periandos, Kleobulos.
Menurut salah satu riwayat yang kuat. Thales pernah berkunjung ke Mesir dan membawa ilmu bangunan (arsitek) dari Mesir ke Yunani
Thales sangat bersungguh sungguh didalam menghasilkan ilmu dan berta’amul dengan akal. Oleh sebab itu dia berhasil mempelajari ilmu bangunan (arsitek). Selain itu Thales juga mempelajari Ilmu Falak (astronomi) dan dia membawanya ke Yunani.
Thales pernah menggemparkan Yunani ketika dia berhasil memprediksi Gerhana matahari yang ia perkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM.
Dan prediksi ini tentu saja didasarkan pada pengetahuan yang didapatnya dari Mesir dan ilmu hitung dan astronomi babilonia.
Mengenai karyanya, para ahli berbeda pendapat, sebagian mengatakan bahwa dia telah menulis kitab tentang cabang ilmu falak (astronomi) dan sebagian yang lain mengatakan bahwa thales tidak menulis kitab apapun.
B. Pendapat thales tentang Alam
Menurut Thales Air itu adalah bahan dasar yang pokok dan materi asli dimana dari air itu terciptalah kehidupan dan segala sesuatu (air adalah asalnya segala sesuatu)
Dan perlu dicatat bahwa thales bukanlah orang pertama yang mengatakan pendapat seperti ini. Tetapi sebelumnya legenda babilonia pernah menyebutkan pendapat seperti ini. Dan didalam legenda mesir juga disebutkan bahwa air adalah materi yang membentuk segala sesuatu.
Tetapi Thales berbeda dengan yang lainnya, dia berpendapat seperti itu dengan menyebutkan dalilnya, dengan mengatakan : “Air adalah asli kehidupan, Tumbuhan dan Hewan memperoleh gizi (dapat hidup) karena basah (rutubah), sedangkan asas basah adalah air. Maka airlah pembentuk hewan dan tumbuhan jga segala sesuatu.
Kemudian dia mengatkan bahwa tumbuhan dan hewan dilahirkan dari kebasahan. Bahkan tanah pun tercipta dari air yang kemudian memadat sedikit demi sedikit.
Seperti yang kita saksikan di delta Mesir dan di sungai sungai ionia dimana air menumpuk dan mengendap lumpur-lumpurnya setiap tahunnya.
Kita dapat menyimpulkan pemikiran-pemikiran Thales diatas sebagai berikut:
1. air adalah asas segala sesuatu baik itu Alam uluwiyan (alam yang ada diatas) seperti langit, bintang, ataupun alam sufliyan (alam yang ada di bawah) seperti bumi, laut, sungai tumbuhan dan hewan.
2. Air menurut Thales memiliki dua sifat : Azaliyah (terdahulu) dan Abadiah ( kekal). Karena Thales mempercayai salah satu Qoidah filsafat Ionia : “bahwa sesuatu itu tidak tercipta dari tidak ada. Dan sesuatu yang ada tidak akan menjadi tidak ada.”
3. Thales adalah seorang penganut madzhab ahadiah (satu) karena dia berpendapat bahwa asal segala sesuatu itu kembali kepada satu materi yaitu air.
Proses terciptanya segala sesuatu dari air
Menurut Thales, air ada sebelum segala sesuatu ada, dan alam ini dipenuhi oleh air. Kemudian air ini memadat setiap sisinya sedikit-demi sedikit. Dan dari jisim yang sudah memadat ini munculah batas-batas (sisi2). (dengan kata lain: terciptalah bentuk-bentuk sesuai dengan sisi-sisinya yang memadat)
<<<<
Awan bertabrakan antara satu dengan yang lainnya maka timbullah cahaya yang sangat kuat, cahaya tersebut yang kita namai dengan kilat dan suara yang terdengar kita namakan dengan guntur. Kemudian keluarlah kobaran api dari awan itu yang memancar dengan begitu kuatnya sehingga membentuk pijaran. Dan pijaran inilah yang kita anggap sebagai bintang-bintang. Yang sebenarnya bintang-bintang itu bukan benda-benda angkasa tapi itu adalah api yang memancar.
Pendapat Thales tentang Tuhan dan Jiwa
Thales tidak berhasil sampai kepada ma’rifat tuhan dengan pemahaman yang benar. Itu karena ia berpendapat bahwa alam ini dipenuhi dengan tuhan dan jiwa (nafs) dengan artian bahwa di dalam segala sesuatu itu ada ruh yang menyebabkan dia dapat bergerak dan ruh tersebut adalah kekuatan penggerak. (bukan tuhan yang menggerakan).
Dan dia juga berpendapat bahwa jiwa adalah asasnya perbuatan (gerak). Dan materi menurutnya adalah sesuatu yang hidup karena terbentuk dari air yang mempunyai kekuatan penghidup.
___________________________________________________________________
Sedikit komentar untuk filsafat thales
Ini bukan komentar dari pengarang buku, ini hanya komentar dari saya yang belum tahu apa-apa tentang filsafat
Saya sependapat dengan orang yang mengatakan bahwa Thales pernah datang ke mesir dan mempelajari banyak pengetahuan disana,
Misalnya ilmu arsitek : Pada zaman firaun sekitar 2000 SM. Mesir sudah maju dalam membuat bangunan seperti patung2 dan pyramid. Kemudian dipindahkan oleh Thales ke yunani.
Kemudian pemikiran thales yang menyatakan bahwa “air adalah materi asal yang membentuk segala sesuatu”
Jauh sebelum Thales mengatakan itu, peradaban mesir kuno telah meyakini bahwa air lah sumbernya segala sesuatu. Kita tahu Thales hidup pada abad ke-6 SM, tapi peradaban Mesir kuno sudah ada sebelum zaman fir’aun.
Saya mencoba mengutip legenda Mesir kuno dari muqoddimah buku “Al-Falsafal Al-Ammah”. Disana disebutkan tentang kepercayaan Orang Mesir kuno khususnya kota Heliopolis yang mempercayai 9 tuhan, diantaranya :
1. Ro’ (Ra) : Tuhan Matahari
2. Su : Tuhan Udara
3. Tifnit : Tuhan tempat kosong
4. Habib : Tuhan Bumi
5. Tut : Tuhan Langit
6. Auziris (Osiris) : Tuhan Nil
7. Izis (Isis) : Tuhan Kesuburan
8. Sit : Tuhan Gurun
9. Niftis : Tuhan Kegersangan
DR. Ghallab telah menjelaskan tentang sejarah terciptanya 9 tuhan ini :
Air adalah unsur pertama sebelum adanya tuhan dan manusia. Dia adalah unsur pertama yang mencakup seluruh mahluk. Dan unsur yang pertama kali muncul dari air adalah Tuhan Ro’ (Tuhan Matarari). Dan tidak lama setelah itu Ro’ membentuk dirinya menjadi sebuah matahari. Dan dari matahari ini muncul dua tuhan yang baru yaitu Su (Udara) dan Tifnit (Ruang hampa) . Dan dari perkumpulan dua Tuhan ini lahir dua tuhan lagi yaitu : Habib (Bumi) dan Tut (Langit). Dan dari perkumpulan dua tuhan ini lahir empat tuhan lagi yaitu Auziris/ Osiris (Tuhan Sungai Nil), Izis/ Isis (Tuhan kesuburan). Dan pasangan yang kedua Sit (Gurun) dan Niftis (Gersang).
Kesembilan tuhan ini kembali kepada satu yang dinamai oleh orang mesir dengan nama Sembilan Tuhan Suci.
Ro’ adalah tuhan yang hakiki. Semua tuhan yang sembilan keluar dari mulut Ro’ dan begitu juga manusia.
Cerita diatas jelas sekali menerangkan kepada kita bahwa segala sesuatu itu tecipta dari air. Dan kepercayaan inilah yang kemudian dijadikan oleh Thales sebagai sebuah pemikiran Filsafat.
bagian 1
Bismillahi Alam Raya….
Bismillahi Alam Semesta….
Bismillahi Aku menulis ….
Disini saya akan memaparkan sebuah tulisan, tapi bukan karya saya. Ini hanya sebuah terjemahan buku berbahasa arab yang berjudul "Ta’ammulat fi al-Fikriyyah al-Yunaniyah" karya Prof.DR. Jamaluddin Husein Afifi dan Prof.DR. Thaha Habsyi. Doktor Filsafat Universitas Al-Azhar.
Buku ini adalah salah muqorror (diktat kuliah) untuk tingkat 3. Tapi saya tidak akan menterjemahkan semuanya, saya hanya menterjemahkan sebagian saja, yaitu bagian yang ditulis oleh Prof. Jamaluddin Husein Afifi. Itu juga tidak secara penuh, saya hanya menuliskan poin pentingnya saja. Dalam terjemahan ini saya juga membuang kata-kata yang susah untuk diterapkan dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini tidak melalui pengeditan, maka jangan heran kalau susunan kalimatnya banyak yang rancu dan sulit difahami. Ini hanya tulisan iseng saja, bukan tulisan serius,,,,,,
TA’AMMULAT FI AL-FIKRIYYAH AL-YUNANIYAH
BAB I
MUQODDIMAH ( PENDAHULUAN)
I. Ta’rif Filsafat
a. Filsafat menurut Bahasa
Kalimat Filsafat dari segi bahasa terdiri dari dua kata Philo yang berarti Cinta dan Shopia yang berarti hikmah. Jadi Filosof dapat diartikan Pecinta Hikmah. Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kata Filsafat bukan berasal dari bahasa arab. Dan ini dikuatkan pula oleh al-farabi dengan berkata : nama filsafat diambil dari bahasa yunani kemudian masuk ke dalam bahasa arab dan berubah sesuai dengan bahasa mereka yaitu Filasufiah yang menurut bahasa arab berarti mementingkan/mengutamakan hikmah, fila yang berarti mementingkan/ mengutamakan dan sufiah yang berarti hikmah.
b. Filsafat menurut Istilah
Tidak mudah menemukan ta’rif/pengertian yang jami’ dan mani’*) untuk filsafat Itu disebabkan kerena Perbedaan pembahsan filsafat dari zaman kezaman, bahkan dari satu filosof ke filosof lain. sedangkan ta’rif filsafat adalah materi/ pembahasan yang dipelajari dalam filsafat itu sendiri
Tapi disini kami akan mencoba untuk menyebutkan beberapa ta’rif yang dikemukakan oleh beberapa filosof yunani, yaitu Plato, aristoteles dan roakiyah
a.menurut plato filsafat adalah : Ilmu Kully dengan dasar-dasar yang pokok dan perkara yang abadi dimana akal bisa sampai kesana (kepada ilmu kulli) setelah ilmu juz’i
Jika kita melihat plato maka kita akan menemukan bahwa ia telah membagi alam kedalam dua bagian, alam indra (alam yang bisa dilihat, diraba dan dirasakan oleh indra) dan alam mutsul.**)
Maka yang dimaksud plato dari ta’rif diatas : filsafat itu bukan pengetahuan segala sesuatu yang bisa diindra (yang bisa dilihat, diraba dll) tetapi pengetahuan tentang alam yang bisa dijangkau oleh akal.
b. ta’rif aristoteles : filsafat adalah ilmu bil maujud bi ma hua maujud (saya susah untuk menerapkan ta’rif aristoteles ke dalam bahasa Indonesia.) tapi yang jelas maksud ta’rif diatas: filsafat adalah ilmu tentang segala sesuatu. Maka sudah jelas bahwa filsafat menurut aristoteles adalah ilmu yang mencakup semua ilmu.
c. ta’rif roakiyah: filsafat adalah pengetahuan tentang perkara yang berhubungan dengan tuhan dan manusia.
II. Sejauh mana pemikiran filsafat yunani terpengaruh oleh pemikiran terdahulu (sebelum yunani)?
Para ahli telah berbeda pendapat tentang pengaruh pemikiran zaman dulu terhadap filsafat yunani
Sebagian ada yang mengatakan bawa filsafat yunani muncul dari orang yunani sendiri. Dan tidak terpengaruh oleh peradaban yang lain. Yaitu muncul dari seorang filosof yang bernama Thales. Dia yang pertama kali melontarkan pertanyaan tentang asli wujud dan segala sesuatu (asalnya segala sesuatu). Dan kemudian pemikiran filsafat yunani berjalan melewati zaman2 yang berurutan.
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian filosof muslim diantaranya al-farabi dalam kitabnya : " jam’u baina ro’yi hakimaini" (penyatuan pendapatnya dua hakim)
Tapi ada juga yang berpendapat bahwa munculnya filsafat yunani karena pengaruh dari peradaban-peradaban timur kuno diantaranya adalah peradaban wadi rofidin dan wadi nile dan peradaban hindi.
III. Zaman pemikiran Filsafat
Filsafat dibagi kedalam 3 zaman
1. zaman filsafat yunani, dimulai dari Thales dan berakhir pada zaman Plato baru (penganut plato)
2. zaman filsafat pertengahan. Zaman ini meliputi filosof muslim yang berada di timur seperti al–kindi, al-farabi, dan ibnu sina. Juga filosof muslim yang berada di barat seperti ibnu bajah, ibnu tufel dan ibnu rusdi. Dan begitu juga zaman ini mencakup Filosof Eropa dari abad 9 sampai abad 17 Masehi. diantara filosofnya Yohana scot dll
3. zaman filsafat baru (haditsah) yang dimulai dari abad ke 17 masehi dan diantara filosofnya Rene Descartes, Jhon luke dll.
Kemudian datang setelah itu filsafat modern
IV. Zaman Filsafat Yunani
(tadi disebutkan, zaman filsafat dibagi 3. zaman yang pertama ‘zaman filsafat yunani’. Zaman ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:)
1. Zaman pertama
Zaman ini dinamai dengan zaman sebelum sokrates. Dan berlangsung selama kurang lebih 150 tahun dimulai dari abad ke 6 SM sampai pertengahan abad ke 5 SM Pada zaman inilah terdapat madrosah* thobiiyin yunaniah, Illiyin dan phitagoriyin dan sufestoiyyin (shopistic)
2. Zaman keduaZaman ini berlangsung selama kurang lebih 150 tahun, dimulai dari pertengahan abad ke 5 SM sampai akhir abad ke 4 SM. Dizaman inilah terdapat 3 Filosof besar yaitu sokrates, Plato dan Aristoteles. Sehingga zaman ini terkenal dengan zaman keemasannya filsafat yunani.
3. Zaman ketigaZaman ini dinamakan dengan zaman Hillena dan Romania yang berlangsung selama kurang lebih 7 abad dimulai dari akhir abad ke 4 SM sampai pertengahan abad ke 3 M. meskipun berlangsung dalam waktu yang lama zaman ini tidak menunjukan kemajuan yang berarti.
Tapi terdapat pembagian yang lain untuk zaman filsafat yunani, dan membaginya kedalam 4 zaman:
1. zaman dari Thales ke sokrates. Dari abad 7 sampai abad ke 5 SM
2. Zaman Sokrates, Plato, dan arestoteles (abad ke 5 SM sampai abad ke 4 SM)
3. dari zaman wafatnya aristoteles sampai munculnya Plato baru (pengikut plato)yang dimulai dari abad ke 4 SM sampai abad ke 3 M
4. Zaman Plato baru (aplaton haditsh/ pengikut plato) dari abad ke 3 M sapai abad ke 6M
V. Madrasah ***) sebelum sokrates (Madzhab sebelum Sokrates)
- Madzhab Filsafat Alam Awal ****): Thales, Anaximanders, anaksimenes & heraklitus
- Madzhab Phitaghoras
- Madzhab Illiyah : Xenophanes, Parmenides, Zeno Elea, Melissus
- Madzhab Filsafat Alam Akhir : Empedocles, Democritus, Anaxagoras __________________________________________________________________
*)Ulama Mantiq mensyaratkan bahwa sebuah ta’rif itu harus jami’ dan mani’
Jami’ : ta’rif harus mencakup seluruh unsur yang menjadi anggotanya
Seperti kita menta’rifi komputer dengan monitor saja atau Prosesor nya saja’, maka ta'rif tersebut tidak jami’. Karena tidak mencakup seluruh unsurnya.seperti PGA, Mother board dll.
Mani’ : yang menghalangi sesuatu diluar ta’rif masuk ke dalam ta’rif
Misalnya kita menta’rifi komputer. "Komputer adalah sesuatu yang ada gambarnya". Maka ta’rif tersebut tidak mani’ karena tidak menghalangi TV, Ipod masuk ke dalam ta’rif komputer, karerna ipod juga ada gambarnya.
**)Menurut plato hakikat sesuatu itu bukan dengan indra, juga bukan dengan akal , tetapi hakikat sesuatu itu berada di alam lain yaitu alam mutsul. Alam nyata yang kita hidup sekarang ini hanyalah foto copian saja sedangkan alam yang hakiki itu ada di alam mutsul.
***)yang di maksud madrosah disini kata dosen, DR. Mahmud Husein bukan madrosah(sekolah) yang berbentuk bangunan, tapi hanya sebuah pemikiran saja. Jadi saya membahasakannya dengan Madzhab bukan dengan Madrasah (sekolah)
****)Disebut Madzhab Filsafat alam karena mereka mempelajari tentang kejadian alam. Ada yang berpendapat alam ini terbentuk dari air ada juga lyang berendapat dari api, udara, apeiron dsb
Bismillahi Alam Semesta….
Bismillahi Aku menulis ….
Disini saya akan memaparkan sebuah tulisan, tapi bukan karya saya. Ini hanya sebuah terjemahan buku berbahasa arab yang berjudul "Ta’ammulat fi al-Fikriyyah al-Yunaniyah" karya Prof.DR. Jamaluddin Husein Afifi dan Prof.DR. Thaha Habsyi. Doktor Filsafat Universitas Al-Azhar.
Buku ini adalah salah muqorror (diktat kuliah) untuk tingkat 3. Tapi saya tidak akan menterjemahkan semuanya, saya hanya menterjemahkan sebagian saja, yaitu bagian yang ditulis oleh Prof. Jamaluddin Husein Afifi. Itu juga tidak secara penuh, saya hanya menuliskan poin pentingnya saja. Dalam terjemahan ini saya juga membuang kata-kata yang susah untuk diterapkan dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini tidak melalui pengeditan, maka jangan heran kalau susunan kalimatnya banyak yang rancu dan sulit difahami. Ini hanya tulisan iseng saja, bukan tulisan serius,,,,,,
TA’AMMULAT FI AL-FIKRIYYAH AL-YUNANIYAH
BAB I
MUQODDIMAH ( PENDAHULUAN)
I. Ta’rif Filsafat
a. Filsafat menurut Bahasa
Kalimat Filsafat dari segi bahasa terdiri dari dua kata Philo yang berarti Cinta dan Shopia yang berarti hikmah. Jadi Filosof dapat diartikan Pecinta Hikmah. Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kata Filsafat bukan berasal dari bahasa arab. Dan ini dikuatkan pula oleh al-farabi dengan berkata : nama filsafat diambil dari bahasa yunani kemudian masuk ke dalam bahasa arab dan berubah sesuai dengan bahasa mereka yaitu Filasufiah yang menurut bahasa arab berarti mementingkan/mengutamakan hikmah, fila yang berarti mementingkan/ mengutamakan dan sufiah yang berarti hikmah.
b. Filsafat menurut Istilah
Tidak mudah menemukan ta’rif/pengertian yang jami’ dan mani’*) untuk filsafat Itu disebabkan kerena Perbedaan pembahsan filsafat dari zaman kezaman, bahkan dari satu filosof ke filosof lain. sedangkan ta’rif filsafat adalah materi/ pembahasan yang dipelajari dalam filsafat itu sendiri
Tapi disini kami akan mencoba untuk menyebutkan beberapa ta’rif yang dikemukakan oleh beberapa filosof yunani, yaitu Plato, aristoteles dan roakiyah
a.menurut plato filsafat adalah : Ilmu Kully dengan dasar-dasar yang pokok dan perkara yang abadi dimana akal bisa sampai kesana (kepada ilmu kulli) setelah ilmu juz’i
Jika kita melihat plato maka kita akan menemukan bahwa ia telah membagi alam kedalam dua bagian, alam indra (alam yang bisa dilihat, diraba dan dirasakan oleh indra) dan alam mutsul.**)
Maka yang dimaksud plato dari ta’rif diatas : filsafat itu bukan pengetahuan segala sesuatu yang bisa diindra (yang bisa dilihat, diraba dll) tetapi pengetahuan tentang alam yang bisa dijangkau oleh akal.
b. ta’rif aristoteles : filsafat adalah ilmu bil maujud bi ma hua maujud (saya susah untuk menerapkan ta’rif aristoteles ke dalam bahasa Indonesia.) tapi yang jelas maksud ta’rif diatas: filsafat adalah ilmu tentang segala sesuatu. Maka sudah jelas bahwa filsafat menurut aristoteles adalah ilmu yang mencakup semua ilmu.
c. ta’rif roakiyah: filsafat adalah pengetahuan tentang perkara yang berhubungan dengan tuhan dan manusia.
II. Sejauh mana pemikiran filsafat yunani terpengaruh oleh pemikiran terdahulu (sebelum yunani)?
Para ahli telah berbeda pendapat tentang pengaruh pemikiran zaman dulu terhadap filsafat yunani
Sebagian ada yang mengatakan bawa filsafat yunani muncul dari orang yunani sendiri. Dan tidak terpengaruh oleh peradaban yang lain. Yaitu muncul dari seorang filosof yang bernama Thales. Dia yang pertama kali melontarkan pertanyaan tentang asli wujud dan segala sesuatu (asalnya segala sesuatu). Dan kemudian pemikiran filsafat yunani berjalan melewati zaman2 yang berurutan.
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian filosof muslim diantaranya al-farabi dalam kitabnya : " jam’u baina ro’yi hakimaini" (penyatuan pendapatnya dua hakim)
Tapi ada juga yang berpendapat bahwa munculnya filsafat yunani karena pengaruh dari peradaban-peradaban timur kuno diantaranya adalah peradaban wadi rofidin dan wadi nile dan peradaban hindi.
III. Zaman pemikiran Filsafat
Filsafat dibagi kedalam 3 zaman
1. zaman filsafat yunani, dimulai dari Thales dan berakhir pada zaman Plato baru (penganut plato)
2. zaman filsafat pertengahan. Zaman ini meliputi filosof muslim yang berada di timur seperti al–kindi, al-farabi, dan ibnu sina. Juga filosof muslim yang berada di barat seperti ibnu bajah, ibnu tufel dan ibnu rusdi. Dan begitu juga zaman ini mencakup Filosof Eropa dari abad 9 sampai abad 17 Masehi. diantara filosofnya Yohana scot dll
3. zaman filsafat baru (haditsah) yang dimulai dari abad ke 17 masehi dan diantara filosofnya Rene Descartes, Jhon luke dll.
Kemudian datang setelah itu filsafat modern
IV. Zaman Filsafat Yunani
(tadi disebutkan, zaman filsafat dibagi 3. zaman yang pertama ‘zaman filsafat yunani’. Zaman ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:)
1. Zaman pertama
Zaman ini dinamai dengan zaman sebelum sokrates. Dan berlangsung selama kurang lebih 150 tahun dimulai dari abad ke 6 SM sampai pertengahan abad ke 5 SM Pada zaman inilah terdapat madrosah* thobiiyin yunaniah, Illiyin dan phitagoriyin dan sufestoiyyin (shopistic)
2. Zaman keduaZaman ini berlangsung selama kurang lebih 150 tahun, dimulai dari pertengahan abad ke 5 SM sampai akhir abad ke 4 SM. Dizaman inilah terdapat 3 Filosof besar yaitu sokrates, Plato dan Aristoteles. Sehingga zaman ini terkenal dengan zaman keemasannya filsafat yunani.
3. Zaman ketigaZaman ini dinamakan dengan zaman Hillena dan Romania yang berlangsung selama kurang lebih 7 abad dimulai dari akhir abad ke 4 SM sampai pertengahan abad ke 3 M. meskipun berlangsung dalam waktu yang lama zaman ini tidak menunjukan kemajuan yang berarti.
Tapi terdapat pembagian yang lain untuk zaman filsafat yunani, dan membaginya kedalam 4 zaman:
1. zaman dari Thales ke sokrates. Dari abad 7 sampai abad ke 5 SM
2. Zaman Sokrates, Plato, dan arestoteles (abad ke 5 SM sampai abad ke 4 SM)
3. dari zaman wafatnya aristoteles sampai munculnya Plato baru (pengikut plato)yang dimulai dari abad ke 4 SM sampai abad ke 3 M
4. Zaman Plato baru (aplaton haditsh/ pengikut plato) dari abad ke 3 M sapai abad ke 6M
V. Madrasah ***) sebelum sokrates (Madzhab sebelum Sokrates)
- Madzhab Filsafat Alam Awal ****): Thales, Anaximanders, anaksimenes & heraklitus
- Madzhab Phitaghoras
- Madzhab Illiyah : Xenophanes, Parmenides, Zeno Elea, Melissus
- Madzhab Filsafat Alam Akhir : Empedocles, Democritus, Anaxagoras __________________________________________________________________
*)Ulama Mantiq mensyaratkan bahwa sebuah ta’rif itu harus jami’ dan mani’
Jami’ : ta’rif harus mencakup seluruh unsur yang menjadi anggotanya
Seperti kita menta’rifi komputer dengan monitor saja atau Prosesor nya saja’, maka ta'rif tersebut tidak jami’. Karena tidak mencakup seluruh unsurnya.seperti PGA, Mother board dll.
Mani’ : yang menghalangi sesuatu diluar ta’rif masuk ke dalam ta’rif
Misalnya kita menta’rifi komputer. "Komputer adalah sesuatu yang ada gambarnya". Maka ta’rif tersebut tidak mani’ karena tidak menghalangi TV, Ipod masuk ke dalam ta’rif komputer, karerna ipod juga ada gambarnya.
**)Menurut plato hakikat sesuatu itu bukan dengan indra, juga bukan dengan akal , tetapi hakikat sesuatu itu berada di alam lain yaitu alam mutsul. Alam nyata yang kita hidup sekarang ini hanyalah foto copian saja sedangkan alam yang hakiki itu ada di alam mutsul.
***)yang di maksud madrosah disini kata dosen, DR. Mahmud Husein bukan madrosah(sekolah) yang berbentuk bangunan, tapi hanya sebuah pemikiran saja. Jadi saya membahasakannya dengan Madzhab bukan dengan Madrasah (sekolah)
****)Disebut Madzhab Filsafat alam karena mereka mempelajari tentang kejadian alam. Ada yang berpendapat alam ini terbentuk dari air ada juga lyang berendapat dari api, udara, apeiron dsb
Subscribe to:
Posts (Atom)