Friday, February 16, 2007

Bagian 3

ANAXIMANDER (610-547 SM)

1. Riwayat Hidup

Anaximander adalah pembaru Thales, bahkan dia merupakan muridnya Thales, karena dia termasuk pengikutnya di dalam perkembangan madzhab Millesus.
Keistimewaan Anaximander, dia mempunyai pengetahuan yang luas tentang ilmu astronomi dan geografi. Dia juga mempelajari tentang kauniyah (penciptaan) yang sebelumnya telah dibahas oleh Thales.
Anaximander telah membuat kalender Syamsiyah (kalender menurut perputaran matahari) Juga membuat peta dunia yang digunakan penduduk milletus untuk mengarungi laut Hitam dan laut Tengah.
Dan sejarah menyebutkan bahwa dia yang pertama kali menulis kitab filsafat dengan uslub Natsar (tulisan yang berbentuk prosa, bukan berbentuk sajak) di Milletus.
dia juga telah mencetak pendapat-pendapat ilmiyah yang tidak digunakan sebelumnya.

2. Filsafat ANAXIMANDER

Dasar filsafat Anaximander saling bertolak belakang dengan filsafat gurunya, Thales.
Kalau Thales bependapat bahwa Asli wujud (Asalnya segala sesuatu) itu adalah air. Sedangkan Anaximander membantah dan berpendapat bahwa air bukan asli wujud.
Dan itu dikuatkan ketika dia berkata: Kalau air itu asalnya segala sesuatu, maka tidak ada sesuatu sebelum air. Tapi kalau kita berfikir sebetulnya ada sesuatu yang lebih dulu dari pada air.
Air... Air itu dapat berubah berubah kedalam bentuk yang bermacam-macam. kadang dia membeku, kadang dia mencair, dan kadang-kadang dia menguap.
dari perubahan itu kita dapat melihat bahwa ada sesuatu yang lebih dulu 'ada' nya sebelum air.
Sesuatu yang beku akan berubah menjadi air bila dipanaskan, maka dari sana kita dapat melihat bahwa beku dan panas lebih dahulu dari pada air
bahan fundamental jagad raya yang menjadi asalnya segala sesuatu harus mengandung segala substasi yang dan segala sifat. Sedangkan air terbatas di dalam kuantitas dan sifatnya. Maka tidak masuk akal kalau air dijadikan sebagai asalnya segala sesuatu.
Anaksimander telah menjelaskan pendapatnya tentang asli wujud. Dia berkata Bahan fundamental jagad raya ini adalah sesuatu yang tidak mempunyai batas, tidak bertepi, tidak mempunyai titik akhit dan dia bukan unsur yang berada di alam semesta tetapi dia adalah materi yang berbeda dari unsur kebendaan (unsur yang berada di alam semesta)
Menurut Anaksimander bahan fundamental tadi mempunyai sifat abadi dan azali (tidak ada awalnya). dan menamainya dengan Apeiron. Dan dia berpendapat materi ini tidak ada akhirnya dan tidak terbatas. Dia mengandung semua substasi yang berlawanan seperti dingin dan panas, kering dan lembab dll.

Proses munculnya kehidupan dari Apeiron.
Anaximander berkata materi yang tak terbatas ini (Apeiron) sesuatu yang tercampur didalamnya semua substansi dan netral. Kemudian berpisahlah substansi yang berlawanan itu. Dan yang pertama kali berp[isah adalah Panas dan dingin. Panas naik ke atas karena ringan sedangkan dingin ke bawah karena berat lalu terbentuklah laut dan bumi yang terliuhat mengapung di tengah angkasa dan berada di tempatnya.

Pemikiran Anaximander tentang kejadian bumi dan langit
Dia berpendapat bumi ini berbentuk piringan (selinder) atau bedug yang pipih dan datar.
Menurutnya ukuran bumi ini sama dengan ukuran matahari. tapi dilain waktu dia mengatakan pendapat yang berbeda bahwa matahari 27 kali lebih besar dari pada bumi.
Bumi mengapung di angkasa dan menjadi pusat perputaran matahari, bulan dan bintang

Pendapat anaximander tentang terjadinya kehidupan.
Dia mempunyai keyakinan, seluruh makhluk hidup di dalam perkembangannya mengikuti hukum evolusi. Makhluk hidup itu terus berubah menyesuaikan diri dengan dengan dengan lingkungan dimana dia hidup.
Makhluk pertama kali yang muncul dibumi adalah ikan, dan manusia adalah bentuk terakhir dari proses evolusi tersebut.
Proses terjadinya makhluk hidup dimulai dari kebasahan/ air. kemudian air menguap dan bercampur dengan udara dan tanah sehingga terbentuklah makhluk hidup yang pertama yaitu ikan yang mempunyai sisik. Dengan berjalannya waktu dan karena perkembangannya hilanglah sisik dari badan ikan dan dari sana muncul makhluk hidup baru dan terus berevolui sampai munculnya bentuk manusia.

Menurutnya Anaximander adanya sesuatu dan proes evolusinya hanya terjadi di alam ini (alam dimana kita hidupi sekarang)
Selain Alam ini masih ada alam yang lain. Alam-alam yang lain tersebut azali (tidak ada awalnya) dan silih bergantian.
Ketika satu alam musnah maka muncul alam yang lain menggantikannya dan terus berlanjut bergantian.

Setiap yang muncul (yang ada) pasti akan musnah. seperti halnya setiap yang lahir pasti akan mati. Pertentangan antara panas dan dingin menciptakan sebuah pergantian.
Suatu hari nanti bumi ini akan kering seluruhnya dan menyusut. Kemudian alam ini akan kembali ke materi awal (Apeiron) dan setelah itu Alam dimulai lagi dari awal.

Seperti yang dikatak Anaximander dalam Syairnya: "Hukum penciptaan menciptakan keseimbangan dan pertentangan antara panas dan dingin
dan semua itu akan berakhir kepada hukum keteraturan antara segala seuatu"
Seperti yang kita tahu bahwa panas mengakibatkan air menguap, dan dari penguapan ini akan membentuk awan kemudian dari awan turunlah hujan dan air kembali lagi ke asal mula.

No comments: