Bismillahi Alam Raya….
Bismillahi Alam Semesta….
Bismillahi Aku menulis ….
Disini saya akan memaparkan sebuah tulisan, tapi bukan karya saya. Ini hanya sebuah terjemahan buku berbahasa arab yang berjudul "Ta’ammulat fi al-Fikriyyah al-Yunaniyah" karya Prof.DR. Jamaluddin Husein Afifi dan Prof.DR. Thaha Habsyi. Doktor Filsafat Universitas Al-Azhar.
Buku ini adalah salah muqorror (diktat kuliah) untuk tingkat 3. Tapi saya tidak akan menterjemahkan semuanya, saya hanya menterjemahkan sebagian saja, yaitu bagian yang ditulis oleh Prof. Jamaluddin Husein Afifi. Itu juga tidak secara penuh, saya hanya menuliskan poin pentingnya saja. Dalam terjemahan ini saya juga membuang kata-kata yang susah untuk diterapkan dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini tidak melalui pengeditan, maka jangan heran kalau susunan kalimatnya banyak yang rancu dan sulit difahami. Ini hanya tulisan iseng saja, bukan tulisan serius,,,,,,
TA’AMMULAT FI AL-FIKRIYYAH AL-YUNANIYAH
BAB I
MUQODDIMAH ( PENDAHULUAN)
I. Ta’rif Filsafat
a. Filsafat menurut Bahasa
Kalimat Filsafat dari segi bahasa terdiri dari dua kata Philo yang berarti Cinta dan Shopia yang berarti hikmah. Jadi Filosof dapat diartikan Pecinta Hikmah. Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kata Filsafat bukan berasal dari bahasa arab. Dan ini dikuatkan pula oleh al-farabi dengan berkata : nama filsafat diambil dari bahasa yunani kemudian masuk ke dalam bahasa arab dan berubah sesuai dengan bahasa mereka yaitu Filasufiah yang menurut bahasa arab berarti mementingkan/mengutamakan hikmah, fila yang berarti mementingkan/ mengutamakan dan sufiah yang berarti hikmah.
b. Filsafat menurut Istilah
Tidak mudah menemukan ta’rif/pengertian yang jami’ dan mani’*) untuk filsafat Itu disebabkan kerena Perbedaan pembahsan filsafat dari zaman kezaman, bahkan dari satu filosof ke filosof lain. sedangkan ta’rif filsafat adalah materi/ pembahasan yang dipelajari dalam filsafat itu sendiri
Tapi disini kami akan mencoba untuk menyebutkan beberapa ta’rif yang dikemukakan oleh beberapa filosof yunani, yaitu Plato, aristoteles dan roakiyah
a.menurut plato filsafat adalah : Ilmu Kully dengan dasar-dasar yang pokok dan perkara yang abadi dimana akal bisa sampai kesana (kepada ilmu kulli) setelah ilmu juz’i
Jika kita melihat plato maka kita akan menemukan bahwa ia telah membagi alam kedalam dua bagian, alam indra (alam yang bisa dilihat, diraba dan dirasakan oleh indra) dan alam mutsul.**)
Maka yang dimaksud plato dari ta’rif diatas : filsafat itu bukan pengetahuan segala sesuatu yang bisa diindra (yang bisa dilihat, diraba dll) tetapi pengetahuan tentang alam yang bisa dijangkau oleh akal.
b. ta’rif aristoteles : filsafat adalah ilmu bil maujud bi ma hua maujud (saya susah untuk menerapkan ta’rif aristoteles ke dalam bahasa Indonesia.) tapi yang jelas maksud ta’rif diatas: filsafat adalah ilmu tentang segala sesuatu. Maka sudah jelas bahwa filsafat menurut aristoteles adalah ilmu yang mencakup semua ilmu.
c. ta’rif roakiyah: filsafat adalah pengetahuan tentang perkara yang berhubungan dengan tuhan dan manusia.
II. Sejauh mana pemikiran filsafat yunani terpengaruh oleh pemikiran terdahulu (sebelum yunani)?
Para ahli telah berbeda pendapat tentang pengaruh pemikiran zaman dulu terhadap filsafat yunani
Sebagian ada yang mengatakan bawa filsafat yunani muncul dari orang yunani sendiri. Dan tidak terpengaruh oleh peradaban yang lain. Yaitu muncul dari seorang filosof yang bernama Thales. Dia yang pertama kali melontarkan pertanyaan tentang asli wujud dan segala sesuatu (asalnya segala sesuatu). Dan kemudian pemikiran filsafat yunani berjalan melewati zaman2 yang berurutan.
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian filosof muslim diantaranya al-farabi dalam kitabnya : " jam’u baina ro’yi hakimaini" (penyatuan pendapatnya dua hakim)
Tapi ada juga yang berpendapat bahwa munculnya filsafat yunani karena pengaruh dari peradaban-peradaban timur kuno diantaranya adalah peradaban wadi rofidin dan wadi nile dan peradaban hindi.
III. Zaman pemikiran Filsafat
Filsafat dibagi kedalam 3 zaman
1. zaman filsafat yunani, dimulai dari Thales dan berakhir pada zaman Plato baru (penganut plato)
2. zaman filsafat pertengahan. Zaman ini meliputi filosof muslim yang berada di timur seperti al–kindi, al-farabi, dan ibnu sina. Juga filosof muslim yang berada di barat seperti ibnu bajah, ibnu tufel dan ibnu rusdi. Dan begitu juga zaman ini mencakup Filosof Eropa dari abad 9 sampai abad 17 Masehi. diantara filosofnya Yohana scot dll
3. zaman filsafat baru (haditsah) yang dimulai dari abad ke 17 masehi dan diantara filosofnya Rene Descartes, Jhon luke dll.
Kemudian datang setelah itu filsafat modern
IV. Zaman Filsafat Yunani
(tadi disebutkan, zaman filsafat dibagi 3. zaman yang pertama ‘zaman filsafat yunani’. Zaman ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:)
1. Zaman pertama
Zaman ini dinamai dengan zaman sebelum sokrates. Dan berlangsung selama kurang lebih 150 tahun dimulai dari abad ke 6 SM sampai pertengahan abad ke 5 SM Pada zaman inilah terdapat madrosah* thobiiyin yunaniah, Illiyin dan phitagoriyin dan sufestoiyyin (shopistic)
2. Zaman keduaZaman ini berlangsung selama kurang lebih 150 tahun, dimulai dari pertengahan abad ke 5 SM sampai akhir abad ke 4 SM. Dizaman inilah terdapat 3 Filosof besar yaitu sokrates, Plato dan Aristoteles. Sehingga zaman ini terkenal dengan zaman keemasannya filsafat yunani.
3. Zaman ketigaZaman ini dinamakan dengan zaman Hillena dan Romania yang berlangsung selama kurang lebih 7 abad dimulai dari akhir abad ke 4 SM sampai pertengahan abad ke 3 M. meskipun berlangsung dalam waktu yang lama zaman ini tidak menunjukan kemajuan yang berarti.
Tapi terdapat pembagian yang lain untuk zaman filsafat yunani, dan membaginya kedalam 4 zaman:
1. zaman dari Thales ke sokrates. Dari abad 7 sampai abad ke 5 SM
2. Zaman Sokrates, Plato, dan arestoteles (abad ke 5 SM sampai abad ke 4 SM)
3. dari zaman wafatnya aristoteles sampai munculnya Plato baru (pengikut plato)yang dimulai dari abad ke 4 SM sampai abad ke 3 M
4. Zaman Plato baru (aplaton haditsh/ pengikut plato) dari abad ke 3 M sapai abad ke 6M
V. Madrasah ***) sebelum sokrates (Madzhab sebelum Sokrates)
- Madzhab Filsafat Alam Awal ****): Thales, Anaximanders, anaksimenes & heraklitus
- Madzhab Phitaghoras
- Madzhab Illiyah : Xenophanes, Parmenides, Zeno Elea, Melissus
- Madzhab Filsafat Alam Akhir : Empedocles, Democritus, Anaxagoras __________________________________________________________________
*)Ulama Mantiq mensyaratkan bahwa sebuah ta’rif itu harus jami’ dan mani’
Jami’ : ta’rif harus mencakup seluruh unsur yang menjadi anggotanya
Seperti kita menta’rifi komputer dengan monitor saja atau Prosesor nya saja’, maka ta'rif tersebut tidak jami’. Karena tidak mencakup seluruh unsurnya.seperti PGA, Mother board dll.
Mani’ : yang menghalangi sesuatu diluar ta’rif masuk ke dalam ta’rif
Misalnya kita menta’rifi komputer. "Komputer adalah sesuatu yang ada gambarnya". Maka ta’rif tersebut tidak mani’ karena tidak menghalangi TV, Ipod masuk ke dalam ta’rif komputer, karerna ipod juga ada gambarnya.
**)Menurut plato hakikat sesuatu itu bukan dengan indra, juga bukan dengan akal , tetapi hakikat sesuatu itu berada di alam lain yaitu alam mutsul. Alam nyata yang kita hidup sekarang ini hanyalah foto copian saja sedangkan alam yang hakiki itu ada di alam mutsul.
***)yang di maksud madrosah disini kata dosen, DR. Mahmud Husein bukan madrosah(sekolah) yang berbentuk bangunan, tapi hanya sebuah pemikiran saja. Jadi saya membahasakannya dengan Madzhab bukan dengan Madrasah (sekolah)
****)Disebut Madzhab Filsafat alam karena mereka mempelajari tentang kejadian alam. Ada yang berpendapat alam ini terbentuk dari air ada juga lyang berendapat dari api, udara, apeiron dsb
Sunday, February 4, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment