Filosof dari madrasah ini diantaranya adalah
1. Thales (640 – 546 SM)
Dan murid-muridnya
2. Anaximanders (610-547 SM)
3. Anaximenes (588-524 SM)
4. Heraclitus (540-480 SM)
I. Thales
(640-546 SM)
A. Hikayat kehidupannya
Sebenarnya kita tidak tahu secara mendetail tentang kehidupan filosof yang dipilih aresto sebagai filosof pertama ini.
Tapi beberapa riwayat telah menyebutkan tentang kelahirannya dan aslinya. Dan riwayat yang paling kuat bersepakat bahwa thales lahir di kota miletus yang berada di pesisir ionia kira-kira pada tahun 640 SM. Thales ini aslinya dari Piniki seperti yang dikatakan Herodit bahwa orang tuanya adalah orang piniki
Para ahli mengatakan Thales ini salah satu dari 7 Hakim yaitu : Solon, Bias, Pittakos, Chilon, Periandos, Kleobulos.
Menurut salah satu riwayat yang kuat. Thales pernah berkunjung ke Mesir dan membawa ilmu bangunan (arsitek) dari Mesir ke Yunani
Thales sangat bersungguh sungguh didalam menghasilkan ilmu dan berta’amul dengan akal. Oleh sebab itu dia berhasil mempelajari ilmu bangunan (arsitek). Selain itu Thales juga mempelajari Ilmu Falak (astronomi) dan dia membawanya ke Yunani.
Thales pernah menggemparkan Yunani ketika dia berhasil memprediksi Gerhana matahari yang ia perkirakan akan terjadi pada tanggal 28 Mei tahun 585 SM.
Dan prediksi ini tentu saja didasarkan pada pengetahuan yang didapatnya dari Mesir dan ilmu hitung dan astronomi babilonia.
Mengenai karyanya, para ahli berbeda pendapat, sebagian mengatakan bahwa dia telah menulis kitab tentang cabang ilmu falak (astronomi) dan sebagian yang lain mengatakan bahwa thales tidak menulis kitab apapun.
B. Pendapat thales tentang Alam
Menurut Thales Air itu adalah bahan dasar yang pokok dan materi asli dimana dari air itu terciptalah kehidupan dan segala sesuatu (air adalah asalnya segala sesuatu)
Dan perlu dicatat bahwa thales bukanlah orang pertama yang mengatakan pendapat seperti ini. Tetapi sebelumnya legenda babilonia pernah menyebutkan pendapat seperti ini. Dan didalam legenda mesir juga disebutkan bahwa air adalah materi yang membentuk segala sesuatu.
Tetapi Thales berbeda dengan yang lainnya, dia berpendapat seperti itu dengan menyebutkan dalilnya, dengan mengatakan : “Air adalah asli kehidupan, Tumbuhan dan Hewan memperoleh gizi (dapat hidup) karena basah (rutubah), sedangkan asas basah adalah air. Maka airlah pembentuk hewan dan tumbuhan jga segala sesuatu.
Kemudian dia mengatkan bahwa tumbuhan dan hewan dilahirkan dari kebasahan. Bahkan tanah pun tercipta dari air yang kemudian memadat sedikit demi sedikit.
Seperti yang kita saksikan di delta Mesir dan di sungai sungai ionia dimana air menumpuk dan mengendap lumpur-lumpurnya setiap tahunnya.
Kita dapat menyimpulkan pemikiran-pemikiran Thales diatas sebagai berikut:
1. air adalah asas segala sesuatu baik itu Alam uluwiyan (alam yang ada diatas) seperti langit, bintang, ataupun alam sufliyan (alam yang ada di bawah) seperti bumi, laut, sungai tumbuhan dan hewan.
2. Air menurut Thales memiliki dua sifat : Azaliyah (terdahulu) dan Abadiah ( kekal). Karena Thales mempercayai salah satu Qoidah filsafat Ionia : “bahwa sesuatu itu tidak tercipta dari tidak ada. Dan sesuatu yang ada tidak akan menjadi tidak ada.”
3. Thales adalah seorang penganut madzhab ahadiah (satu) karena dia berpendapat bahwa asal segala sesuatu itu kembali kepada satu materi yaitu air.
Proses terciptanya segala sesuatu dari air
Menurut Thales, air ada sebelum segala sesuatu ada, dan alam ini dipenuhi oleh air. Kemudian air ini memadat setiap sisinya sedikit-demi sedikit. Dan dari jisim yang sudah memadat ini munculah batas-batas (sisi2). (dengan kata lain: terciptalah bentuk-bentuk sesuai dengan sisi-sisinya yang memadat)
<<<<
Awan bertabrakan antara satu dengan yang lainnya maka timbullah cahaya yang sangat kuat, cahaya tersebut yang kita namai dengan kilat dan suara yang terdengar kita namakan dengan guntur. Kemudian keluarlah kobaran api dari awan itu yang memancar dengan begitu kuatnya sehingga membentuk pijaran. Dan pijaran inilah yang kita anggap sebagai bintang-bintang. Yang sebenarnya bintang-bintang itu bukan benda-benda angkasa tapi itu adalah api yang memancar.
Pendapat Thales tentang Tuhan dan Jiwa
Thales tidak berhasil sampai kepada ma’rifat tuhan dengan pemahaman yang benar. Itu karena ia berpendapat bahwa alam ini dipenuhi dengan tuhan dan jiwa (nafs) dengan artian bahwa di dalam segala sesuatu itu ada ruh yang menyebabkan dia dapat bergerak dan ruh tersebut adalah kekuatan penggerak. (bukan tuhan yang menggerakan).
Dan dia juga berpendapat bahwa jiwa adalah asasnya perbuatan (gerak). Dan materi menurutnya adalah sesuatu yang hidup karena terbentuk dari air yang mempunyai kekuatan penghidup.
___________________________________________________________________
Sedikit komentar untuk filsafat thales
Ini bukan komentar dari pengarang buku, ini hanya komentar dari saya yang belum tahu apa-apa tentang filsafat
Saya sependapat dengan orang yang mengatakan bahwa Thales pernah datang ke mesir dan mempelajari banyak pengetahuan disana,
Misalnya ilmu arsitek : Pada zaman firaun sekitar 2000 SM. Mesir sudah maju dalam membuat bangunan seperti patung2 dan pyramid. Kemudian dipindahkan oleh Thales ke yunani.
Kemudian pemikiran thales yang menyatakan bahwa “air adalah materi asal yang membentuk segala sesuatu”
Jauh sebelum Thales mengatakan itu, peradaban mesir kuno telah meyakini bahwa air lah sumbernya segala sesuatu. Kita tahu Thales hidup pada abad ke-6 SM, tapi peradaban Mesir kuno sudah ada sebelum zaman fir’aun.
Saya mencoba mengutip legenda Mesir kuno dari muqoddimah buku “Al-Falsafal Al-Ammah”. Disana disebutkan tentang kepercayaan Orang Mesir kuno khususnya kota Heliopolis yang mempercayai 9 tuhan, diantaranya :
1. Ro’ (Ra) : Tuhan Matahari
2. Su : Tuhan Udara
3. Tifnit : Tuhan tempat kosong
4. Habib : Tuhan Bumi
5. Tut : Tuhan Langit
6. Auziris (Osiris) : Tuhan Nil
7. Izis (Isis) : Tuhan Kesuburan
8. Sit : Tuhan Gurun
9. Niftis : Tuhan Kegersangan
DR. Ghallab telah menjelaskan tentang sejarah terciptanya 9 tuhan ini :
Air adalah unsur pertama sebelum adanya tuhan dan manusia. Dia adalah unsur pertama yang mencakup seluruh mahluk. Dan unsur yang pertama kali muncul dari air adalah Tuhan Ro’ (Tuhan Matarari). Dan tidak lama setelah itu Ro’ membentuk dirinya menjadi sebuah matahari. Dan dari matahari ini muncul dua tuhan yang baru yaitu Su (Udara) dan Tifnit (Ruang hampa) . Dan dari perkumpulan dua Tuhan ini lahir dua tuhan lagi yaitu : Habib (Bumi) dan Tut (Langit). Dan dari perkumpulan dua tuhan ini lahir empat tuhan lagi yaitu Auziris/ Osiris (Tuhan Sungai Nil), Izis/ Isis (Tuhan kesuburan). Dan pasangan yang kedua Sit (Gurun) dan Niftis (Gersang).
Kesembilan tuhan ini kembali kepada satu yang dinamai oleh orang mesir dengan nama Sembilan Tuhan Suci.
Ro’ adalah tuhan yang hakiki. Semua tuhan yang sembilan keluar dari mulut Ro’ dan begitu juga manusia.
Cerita diatas jelas sekali menerangkan kepada kita bahwa segala sesuatu itu tecipta dari air. Dan kepercayaan inilah yang kemudian dijadikan oleh Thales sebagai sebuah pemikiran Filsafat.
No comments:
Post a Comment